MEDAN | ADA NEWS - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara Menggelar Acara Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) Sumut guna mendorong Dunia Usaha dan Industri untuk Kemandirian menuju Sumut Naik Kelas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di daerah.
Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan, Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari perkebunan sawit, karet, kopi dan hortikultura hingga kawasan industri, infrastruktur transportasi dan sektor pariwisata.
Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumut 2026 di Hotel Adimulia Medan, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mewakili Gubernur Sumut, unsur Forkopimda, pengurus Kadin, ketua Kadin kabupaten/kota, pimpinan asosiasi dan himpunan, pelaku usaha, akademisi serta perbankan.
Menyongsong 2027, Kadin Sumut menawarkan lima agenda bersama, yakni hilirisasi berbasis daerah, investasi berbasis kemitraan, perluasan pembiayaan, penguatan konektivitas dan logistik, serta peningkatan sumber daya manusia dan kewirausahaan.
Firsal mengatakan, setiap kabupaten/kota diharapkan memiliki minimal satu komoditas unggulan yang dapat diolah di daerah masing-masing. Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas seperti kopi, kakao, hortikultura, perikanan dan turunan sawit dapat lebih banyak bertahan di Sumut.
"Dengan modal sebesar ini, sudah sepatutnya Sumatera Utara tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional," katanya.
Dalam Rapat tersebut, isu penguatan investasi, kemudahan berusaha, pengembangan UMKM, hilirisasi industri, perdagangan, infrastruktur, pembiayaan, ketenagakerjaan, digitalisasi serta peningkatan daya saing produk Sumatera Utara menjadi bagian dari agenda strategis Kadin.
Sementara itu, dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor. Pemprov Sumut mengajak Kadin dan pelaku usaha memperkuat kolaborasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing dunia usaha, memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas.
Timur juga menekankan pentingnya konektivitas, hilirisasi industri, akses pembiayaan serta investasi berkualitas. Menurutnya, investasi diharapkan tidak sekadar menghadirkan modal, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendorong transfer teknologi dan memperkuat kemitraan antara usaha besar dengan UMKM.
Rapimprov Kadin Sumut 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat memperkuat iklim usaha, investasi dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
Pemprov Sumut sendiri berharap hasil Rapimprov dapat ditindaklanjuti melalui program kerja terukur, terutama dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, memperluas akses pasar, mendorong hilirisasi serta memperkokoh kemitraan pemerintah dan dunia usaha.(Red/Ali)

