Jabatan Boleh Berakhir, Jejak Abadi: Wanita Pertama Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang Luncurkan Buku Refleksi Perjalanan

Admin News


MEDAN | ADA NEWS - Sebuah karya yang mengabadikan jejak pengabdian perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Karo akan segera diluncurkan. Mantan Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang, akan meluncurkan buku autobiografinya berjudul “Refleksi Perjalanan Cory Sriwaty Sebayang, Wanita Pertama Bupati Karo”.


Peluncuran buku tersebut akan dikemas dalam acara eksklusif  “Celebration of Journey” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2026 di Tiara Hotel & Convention Hall Medan.


Acara ini dipastikan akan menjadi magnet bagi berbagai kalangan. Panitia mengundang tokoh masyarakat Karo, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, tokoh perempuan, pengusaha, hingga generasi muda yang ingin memberikan apresiasi terhadap perjalanan pengabdian Cory.



Bukan Sekadar Seremonial

Ketua panitia menyebutkan, peluncuran buku ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum penting untuk mengenang dan mendokumentasikan perjalanan seorang perempuan yang berhasil memecahkan kaca langit-langit kepemimpinan di Tanah Karo.


Diketahui, Cory Sriwaty Sebayang menjabat sebagai Bupati Karo ke-19 periode 2019-2024, setelah sebelumnya menjadi Wakil Bupati Karo 2014-2019. Ia tercatat sebagai wanita pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Kabupaten Karo.



Isi Buku: Dari Perjuangan Hidup Hingga Puncak Kepemimpinan

Buku setebal ratusan halaman ini diharapkan menjadi dokumentasi berharga. Di dalamnya mengulas tuntas perjalanan hidup Cory, mulai dari masa kecil di Kabanjahe, kiprahnya sebagai praktisi kecantikan dan kesehatan pemilik Cory Skin Clinic, hingga jatuh bangun di dunia politik.

Pembaca akan diajak menyelami tantangan, dinamika pemerintahan, pembangunan daerah, hingga suka duka memimpin Karo di masa pandemi dan pasca erupsi Sinabung.


“Melalui buku ini, saya ingin berbagi bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan dan kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan pengabdian yang tulus agar bermanfaat bagi masyarakat,” demikian kutipan yang diharapkan menjadi benang merah buku tersebut.



Menjadi Ajang Silaturahmi dan Inspirasi

Selain peluncuran, acara di Tiara Hotel juga akan menjadi ajang silaturahmi akbar masyarakat Karo di perantauan dan di Sumatera Utara. Kehadiran para tokoh diharapkan menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi seorang pemimpin.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat literasi. Pengalaman seorang pemimpin yang dituangkan dalam buku adalah sumber pembelajaran yang tak ternilai bagi generasi mendatang.


Khusus bagi kaum perempuan dan generasi muda, perjalanan Cory menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan. Tidak ada batasan untuk bermimpi dan mengabdi.


Seperti pepatah yang mengiringi peluncuran ini: Jabatan boleh berakhir, tetapi jejak pengabdian dan karya seorang pemimpin akan tetap menjadi bagian dari sejarah yang dikenang masyarakat.

Acara peluncuran dijadwalkan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.(Red/Ali)